SOMASI UNTUK MENUNTUT PRESTASI ” WIN OR OUT ?? “

EVALUASI DEMI PRESTASI DAN HARGA DIRI
July 31, 2018
Surabaya – Lamongan Seduluran
Surabaya – Lamongan Seduluran
August 6, 2018

TKS – Di era sepakbola modern kala ini, manajemen bisnis adalah salah tujuan untuk membangun dan menciptakan klub sepakbola idaman yang  profesional. Semua struktur saling bersinergi dan berkesinambungan bak lingkaran setan di dalamnya seperti halnya Management, Staff Official, Pelatih, Pemain, dan Suporter.

Selain popularitas yang menjulang dari suksesnya citra atas nama klub besar, ada yang paling penting disini untuk menjadi klub yang besar adalah PRESTASI. Karena prestasi lah yang membuat semua kalangan suporter bahkan masyarakat biasa akan semakin cinta kepada klub kebanggaannya.

Begitu pula dengan PERSEBAYA, klub yang dengan nama besarnya serta sejarahnya yang panjang membuat warna baru sendiri di kancah sepakbola Indonesia. Mulai dari dari sejarah kejayaannya menjadi juara di tahun 1997 dan 2004 sampai mati suri karena dibekukan oleh mafia PSSI kala itu dan akhirnya kembali dihidupkan lagi. Itulah yang membuat nama besar Persebaya terngiang di mata masyarakat Indonesia selain fanatisme suporternya (BONEK).

Jika klub besar tak didampingi dengan prestasi apalah arti dari sebuah kecintaan suporter. Kita BONEK hanya menuntut prestasi untuk kembali merebut kejayaan silam jika prestasi ada maka nama besarpun otomatis menjadi efek samping klub itu sendiri.

PERSEBAYA adalah klub besar bahkan terlalu besar dari sekedar nama pemain dan yang lainnya. Siapapun yang berada di Persebaya akan dikenang dan di elu-elukan jika dia membawa dampak baik untuk Persebaya.

KAU SENDIRI YANG MENENTUKAN KARIRMU
” WIN or OUT ?? “

Melihat performa Persebaya di 2 laga terakhir ini seakan jauh dari kata sempurna dan bahkan bisa dikatakan yang paling buruk, kita belum lupa kekalahan 1-0 dengan sesama klub promosi liga 1 PSIS Semarang yang notabenenya berada satu tingkat dibawah Persebaya. Namun Persebaya menelan hasil kekalahan yang sangat disayangkan dan harusnya tak perlu terjadi.

Dan yang terakhir saat melawan Persib Bandung di kandang Sendiri Gelora Bung Tomo, Persebaya dibikin malu oleh tamu  didepan pendukung sendiri dengan kekalahan skor 3-4. Ini merupakan kekalahan ke 2 laga kandang sejak bergulirnya kompetisi liga 1 2018. Dari hasil ini membuat filosofi ” GBT tak lagi Angker untuk tim tamu ” itu mencuat kembali.

Hal itu karena dampak dari Pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera yang seakan suka merotasi pemain dan tidak punya pakem formasi The Winning Team. Setiap lawan yang dihadapi Persebaya seakan menjadi hal coba-coba untuk meracik strategi.

Bukan hanya Pelatih, jajaran Official Termasuk Manager harus bertanggung jawab atas situasi ini karena Manager lah yg membuat keputusan dan memompa semangat semua pemain nya.

Jika tak ingin  karirmu berhenti jangan hanya sekedar coba-coba,jangan engkau coba pada klub sebesar Persebaya Surabaya. Persebaya bukanlah hanya sekedar lambang di dada yang hanya menjadi pelengkap di Jersey pemain namun lambang di dada itu lebih besar dari apa yg kita pikirkan.

Kau sendiri yang menentukan karirmu jika kau tidak berkompeten untuk memberikan sebuah prestasi pada tim sebesar ini maka kami boleh bilang relakanlah dirimu untuk pergi (OUT) dari tim ini karena kami (BONEK) hanya membutuhkan Prestasi yang sejak  lama kami rindukan.

Salam Satu Nyali..!!! WANI

error: Content is protected !!