SELAMAT ULANG TAHUN PERSEBAYA, KAMI RINDU JUARA

WIN AND FIGHT TAK KUNJUNG ADA DI MARWAH PERSEBAYA
May 30, 2019
KEMENANGAN ITU AKHIRNYA DATANG JUGA
June 24, 2019

TKS – Genap sudah umur tim salah satu pendiri PSSI menjadi 92 tahun, yaitu Persebaya Surabaya. Jika dianalogikan sebagai seorang manusia, angka 92 merepresentasikan seseorang yang sudah sangat tua renta, ringkih dan sarat pengalaman. Dalam perjalanan menuju angka 92 ini, perjalanan berliku-liku telah dialami. Dihantam berbagai  persoalan kiri-kanan baik itu internal maupun eksternal, geliat dalam perekrutan pemain hingga kepercayaan dari suporter yang mulai sedikit tereduksi.

KRITIK KAMI, BENTUK CINTA KAMI

Wajar apabila sebuah tim sedang dilanda konflik dalam perjalanannya mengarungi kompetisi, itu berarti menunjukkan semua elemen/stakeholder yang berkaitan dengan klub tersebut telah menjalankan fungsinya masing-masing. Suporter memberikan kritik keras kepada tim kebanggaannya akibat raihan hasil minor dari 3 laga yang sudah dijalani. 2 poin dari 3 laga tentunya tidak menunjukkan superioritas klub yang identik dengan tradisi juara. Permainan monoton cenderung membosankan hingga tidak terlihatnya daya juang pemain dilapangan memang pantas dikritik dan dicemooh. Diharapkan ini akan menjadi cambuk bagi mereka-mereka yang mengaku cinta Persebaya. Patut diingat oleh manajemen bahwa Kritik merupakan bentuk kecintaan kami terhadap tim kebanggaan kami.

PERSEBAYA, KAMI RINDU JUARA

Masih ingat betul 15 tahun silam tepatnya 23 Desember 2004 ketika Persebaya  melakoni laga hidup dan mati melawan Persija di Gelora 10 Nopember untuk memperebutkan titel juara Liga Bank Mandiri X. Gol dari Danilo Fernando dan tandukan dari Luciano De Silva berhasil mengunci kemenangan 2-1 sekaligus membawa pulang trophy Ligina ke Kota Pahlawan. Selang 13 tahun setelahnya Persebaya kembali menasbihkan diri jadi juara Liga 2 setelah hampir 7 tahun dibekukan status keanggotaannya oleh federasi. Pada musim kompetisi ini manajemen kembali menargetkan hanya finish di posisi lebih baik dari tahun lalu dan tidak secara spesifik menyebutkan target JUARA. Suporter pun mendesak target juara merupakan harga mati karena sudah lama Kota Pahlawan tidak merengkuh gelar juara dikasta tertinggi sepakbola Indonesia. Penantian itu harus dituntaskan secepatnya, dukungan dari suporter pun tidak main-main. Tenaga, waktu, materi hingga nyawa pun rela dikorbankan hanya untuk melihat kembali kejayaan Persebaya.

 

Jangan ajari kami cara mendukung sebuah tim kebanggaan karena nyawa sekalipun sudah kami korbankan. Singkatnya KAMI RINDU JUARA !

 

LONG LIFE PERSEBAYA, GREEN FORCE TILL WE DIE !

error: Content is protected !!