RIVALITAS YANG SESUNGGUHNYA

Arema FC vs Persebaya : Hanya Laga Biasa !
August 14, 2019
Telenovela Paruh Musim
October 3, 2019

TKS – Apa yang terbesit dibenak kita ketika mendengar nama Surabaya dan Jakarta ? pasti kita akan sepakat menyebutkan 2 kota terbesar di Negara Republik Indonesia. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia sedangkan Surabaya berstatus ibu kota provinsi Jawa Timur. Di samping itu, kedua kota tersebut selalu bersaing di segala bidang baik itu sektor perekonomian, perdagangan, pendidikan hingga kultur sepak bolanya yang sangat mengakar kuat.

GENGSI DAERAH

Bertipikal hampir sama dari segi demografinya, Jakarta dan Surabaya merupakan daerah pesisir yang dikenal memiliki watak yang sama-sama keras dan pekerja keras. kedua kota tersebut hampir selalu bersaing dalam bidang apapun. Hal ini bisa dilihat dari kucuran dana APBD kedua kota tersebut yang menyentuh angka triliun. DKI Jakarta dengan 89,08 Triliunnya sedangkan Kota Surabaya dengan 9,5 Triliunnya pada tahun 2019 ini, selain itu bisa dilihat kinerja dari pemimpin daerahnya dan pembangunan-pembangunan infrastruktur serta pendidikan dikedua kota tersebut yang sudah jauh lebih modern dan unggul dibanding daerah lainnya. Ini merepresentasikan betapa unggulnya kedua kota tersebut dalam segi apapun tanpa mengesampingkan daerah lainnya.

PERSAINGAN PRESTASI

Sejak disatukannya kompetisi Galatama dan Perserikatan pada tahun 1994, kedua tim baik Persija maupun Persebaya sama-sama telah mengkoleksi 2 gelar Ligina. Persebaya berhasil menjadi tim pertama yang merengkuh 2 titel juara pada tahun 1997 dan 2004 sedangkan Macan Kemayoran meraihnya pada tahun 2001 dan 2018 lalu. Jauh dari medio 2000-an kedua tim ini juga sarat prestasi dan gelar juara. Total Persija Jakarta sudah mengkoleksi 11 gelar juara di kompetisi tertinggi ini dan Green Force berhasil mengumpulkan 9 gelar juara di level kompetisi tertinggi. Gelar juara itu mereka rengkuh pada 1941, 1950, 1951, 1952, 1978, 1987-1988, 1996-1997, dan 2004. Bajul Ijo juga mengoleksi satu piala Liga Primer Indonesia pada 2011. Tak hanya bersaing dalam perebutan trophy saja, Persija dan Persebaya juga bersaing dalam menyetorkan pemain ke Timnas Indonesia. Mulai dari Hendro Kartiko, Bejo Sugiantoro, Mursyd Efendy, Eri Irianto, Bambang Pamungkas, Widodo Cahyono Putro hingga di masa kini kedua tim juga menempatkan wakil-wakil mereka di timnas seperti Andritany Ardhiyasa, Irfan Jaya, Otavio Dutra, Hansamu Yama, Ruben Sanadi dan Rico Simanjuntak.

Ini bukan laga biasa, ini tentang laga klasik dan rivalitas sejak era perserikatan hingga kini yang dibalut dengan gengsi daerah serta persaingan prestasi kedua kubu yang menjadi catatan sejarah sepakbola di negeri ini. Pertandingan yang selalu penuh drama dan kisah dari 2 kota terbesar di Indonesia yang memiliki kultur sepak bola  begitu kuat.

Selamat Datang Tim Papan Bawah, Tanpa Federasi Kalian Bukan Apa-Apa

Enjoy Surabaya !

error: Content is protected !!