Piala Presiden 2019 : Turnamen Yang ” Dipaksakan ” Sekaligus Dibutuhkan

Awaydays Bandung : Bandung Kami Datang
February 28, 2019
Persebaya Persib Romansa Kedua Tim Perserikatan Yang Tak Pernah Usai
March 7, 2019

TKS – Sabtu sore (2/3) bertempat di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung telah diresmikan pembukaan ajang Piala Presiden 2019. Menpora Imam Nahrawi selaku perwakilan Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir, meresmikan turnamen tahunan bergengsi ini dengan partai pembuka tuan rumah Persib Bandung melawan tamunya  PS TIRA-Persikabo. Nahas sang tuan rumah didepan puluhan ribu publik sendiri takluk dengan skor tipis 1-2 oleh tim hasil merger antara PS TIRA dan Persikabo Bogor. Persebaya sendiri nyaris dipermalukan oleh Cenderawasih Jingga setelah kebobolan 2 gol terlebih dahulu sebelum dibalas oleh Otavio Dutra, Amido Balde dan Manu Dzalilov di penghujung laga dan membalikkan keadaan menjadi 3-2 untuk kemenangan Persebaya.

Gelaran yang sudah memasuki edisi ke 4 ini awalnya tidak akan diselenggarakan di tahun politik 2019 dikarenakan banyak sekali kepentingan serta sulitnya memperoleh ijin keramaian dari pihak keamanan setempat. Selain itu situasi sepakbola nasional yang kurang kondusif akibat tertangkapnya beberapa anggota federasi dalam kasus match fixing. Turnamen tahunan ini bahkan ” mengalahkan ” gelaran Piala Indonesia yang notabene merupakan salah satu turnamen resmi PSSI yang diakui oleh AFC. Entah kepentingan apa dibalik gelaran yang memakan waktu hampir 1 bulan dari partai pembuka sampai partai puncaknya tersebut.

Opening Ceremony yang diharapkan dapat berjalan meriah, kondusif dan fair-play nyaris tidak didapatkan. Hanya kemeriahan publik Bandung saja yang memberi efek positif pada pembukaan tersebut selebihnya kita melihat kepemimpinan wasit yang kerap memancing amarah penonton dan kedua offisial tim, nyanyian rasis kepada wasit, lemparan benda-benda tumpul ke lapangan serta pemain kedua tim yang protes berlebihan ke wasit hingga menimbulkan friksi. Namun dibalik itu semua, klub-klub butuh ajang ujicoba yang selevel untuk memanasi mesin mereka jelang gulirnya Liga 1. Ajang ini juga cukup efektif bagi klub-klub untuk melakukan trial pemain yang diincar sekaligus menyusun strategi yang akan diterapkan di liga nanti. Nilai Match Fee serta bonus juara yang semakin besar juga menjadi motivasi tambahan bagi klub yang hanya memiliki modal pas-pasan dalam mengarungi kompetisi resmi Liga 1. (*)

error: Content is protected !!