Persebaya Tidak Sedang Baik-Baik Saja

Saling bersinergi dalam satu wadah, Tribun Kidul
October 5, 2019

TKS – 6 Laga tanpa sekalipun meraih kemenangan tidaklah sama sekali mencerminkan Persebaya sebagai tim besar dengan sederet prestasi. Kebobolan 10 gol dalam 6 laga menunjukkan betapa rapuhnya lini pertahanan green force. Tak cukup hanya itu, permainan pun tidak enak ditonton dan cenderung monoton. Persebaya tak bermain dengan spirit juang tinggi berbanding dengan pendukungnya yang mendukung secara militan berkorban waktu, tenaga dan materi.

DUO SOSOK SENTRAL YANG HAMPIR TIDAK PERNAH ” TERSENTUH ”

Entah apa yang ada dibenak Azrul Ananda terhadap dua sosok sentral ditubuh Persebaya. Mulai dari perekrutan pemain dengan kualitas ” MEDIOKER ” hingga drama pemutusan kontrak Djajang Nurjaman, Rudy Eka, Djalilov dan yang paling akhir pengunduran diri Wolfgang Pikal sebagai pelatih kepala. Jika ukurannya prestasi dengan membandingkannya ketika membawa Persebaya juara Liga 2 2017 sekaligus promosi ke Liga 1 patut diapresiasi namun setelahnya di kompetisi 2018 dan 2019 khususnya, Persebaya menuju kehancuran dengan hanya meraih 3 kemenangan dikandang sisanya seri dan kalah. Kami tidak menutup mata dengan kontribusi Chandra Wahyudi ketika berhasil membawa promosi ke Liga 1 namun alangkah bijak dan elegannya mundur dengan terhormat bersama rekan duetnya Nanang Priyanto yang merangkap  sebagai Media Officer di saat terpuruknya Persebaya dibawah kepemimpinannya.

MANAJEMEN YANG SELALU ” CUCI TANGAN ”

Ada yang ingat kapan terakhir kali manajemen Persebaya baik individu maupun tim secara gentle tanpa di pressure meminta maaf terbuka ke pendukungnya ketika terpuruk ?? Ya, manajemen yang arogan dan bebal tak perlu meminta maaf bahkan klarifikasi atas hasil minor yang didapatnya. Cukup melimpahkan kesalahan hasil minor tersebut kepada para pemain dan staf pelatih dilapangan, masalah akan mereda dengan sendirinya. Mereka lupa bahwa yang menyetujui dan memilih pelatih kepala serta pemain ada di tangan mereka secara keseluruhan.

10 Laga terakhir menjadi penentuan Persebaya untuk bangkit atau semakin terpuruk. Siapapun yang sudah tidak menempatkan hatinya untuk Persebaya, Pemain yang tidak berjuang sepenuh hati dan manajemen yang mencoba melebarkan jarak antara klub dengan pendukungnya serta membangun bisnis didalam internal manajemen. Silahkan angkat kaki dari klub kebanggaan kami.

 

 

 

error: Content is protected !!