PERSEBAYA TAK BOLEH JUMAWA

Hatur Nuhun Bandung !
March 14, 2019
Satu Langkah Yang Menentukan Untuk Merebut Predikat Juara
April 8, 2019

TKS – Persebaya Surabaya berhasil melewati secara mulus laga Leg 1 Semifinal Piala Presiden 2019 dengan menumbangkan saudara mudanya Madura United dengan skor tipis 1-0. Gol penentu Green Force dicetak pemain bernomor punggung 63 Manuchekhr Dzalilov setelah mendapat umpan manis dari Amido Balde di sisi kanan pertahanan Madura United pada menit ke 64. Pertandingan berjalan seimbang dan kedua tim saling jual-beli serangan. Madura United yang bermaterikan pemain level 1 mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal hingga memberikan ancaman ke gawang Bajul Ijo yang dijaga Miswar Saputra. Sabtu (5/4) malam nanti giliran Laskar Sappe Kerab yang bertindak sebagai tuan rumah di stadion Gelora Pemelingan, Pamekasan. Kemenangan dengan margin 1 gol belum otomatis membuat Persebaya aman untuk melangkah ke final karena Madura United kemungkinan besar memiliki motivasi berlipat ganda untuk comeback dengan menjungkalkan Persebaya di depan puluhan ribu suporternya sendiri.

 

Tribute To Eri Irianto

Dalam laga kemarin 3 April 2019 tepat 19 tahun kepergian sang legenda Persebaya Surabaya Eri Irianto setelah membela Persebaya melawan PSIM Jogjakarta di Gelora 10 November 19 tahun silam. Sang pemilik nomor 19 tersebut merenggut nyawa setelah berbenturan dengan salah satu pemain asing PSIM kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo dan dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. One Minute Silence dilaga melawan Madura United merupakan salah satu bentuk penghargaan Bonek Mania dan seluruh stakeholder Persebaya untuk mengenang jasa Eri Irianto ketika masih berseragam Green Force. Namanya abadi beserta jersey bernomor 19 yang dipampang di Mess Karanggayam atau sekarang bernama Wisma Eri Irianto. Raganya sudah lama tiada namun spirit dan jiwanya selalu abadi untuk Surabaya.

 

Terima Kasih Andik, Jangan Lupa Untuk Kembali Pulang ” Kerumah “

Ada satu nama yang sangat familiar di kalangan suporter Persebaya di Daftar Susunan Pemain Madura United, pemain itu adalah Andik Vermansah. Mengenakan nomor punggung 30, Andik seakan bernostalgia dengan Gelora Bung Tomo. Stadion yang dulunya pernah menjadi ” rumah keduanya ” semasa membela Persebaya Surabaya di ajang Indonesia Premier League (IPL) bersama rekan seperjuangannya Mario Karlovic dan Rendi Irwan. Alumni Kompetisi Internal Persebaya tersebut kini menjadi lawan bagi Persebaya. Masuk pada menit ke 55 menggantikan David Laly, Andik sempat beberapa kali merepotkan duet Hansamu-Dutra. Puncaknya ketika diakhir laga, pemain Persebaya menarik Andik ke lingkaran tengah lapangan untuk menyanyikan anthem Song For Pride. Menyanyikannya dengan syahdu dan fasih, Andik tak kuasa menahan air matanya ketika menyanyikan lagu tersebut. Diawal musim memang sempat terjadi kontroversi antara manajemen dengan Andik Vermansah terkait transfer kepindahannya ke klub yang dia idolakan sejak kecil namun seiring berjalannya waktu masalah tersebut selesai dan fokus kepada masing-masing.

Begitu besar cinta seorang Andik untuk Persebaya Surabaya namun cinta memang tak harus bersama. Terimakasih untuk loyalitas dan perjuanganmu. Jangan lupa untuk kembali ” Pulang “ Ndik karena tempat terbaik untuk pulang adalah ” rumah “. (*)

error: Content is protected !!