Persebaya = Bisnis Ngoyo, Prestasi Loyo

Telenovela Paruh Musim
October 3, 2019
Jangan Mengulangi Kesalahan Yang Sama Terus Menerus
October 5, 2019

TKS – Persebaya Surabaya menutup putaran pertama Liga 1 dengan kemenangan melawan Bhayangkara FC. Itu sedikit menumbuhkan lagi rasa kepercayaan Bonek dan Bonita kepada Persebaya Suarabaya, khususnya jajaran Managemen. Kita semua tahu setelah kekalahan memalukan lawan Arema FC, Bonek berbondong-bondong mendatangi beberapa Persebaya Store yang ada di Surabaya. Bahkan di Sidoarjo juga. Mereka protes, mereka berteriak, mereka lantang dan kokoh dengan pendirian.

Tuntutan dulur-dulur Bonek dan Bonita adalah “keluarkan Candra Wahyudi dari lingkaran Persebaya”. Dulur-dulur Bonek mengeluh, karena menurut mereka Persebaya lebih penting dengan bisnis yang dijalaninya, tidak memikirkan prestasi Persebaya.

Ya, kita semua tahu. Persebaya yang sekarang adalah Persebaya dengan Profesionalisme yang bagus. Persebaya Store berdiri di beberapa wilayah, bahkan luar kota Surabaya. Tapi semua itu tidak cukup bagi Bonek dan Bonita. Prestasi adalah di atas segala-galanya. Bonek selalu memberikan dorongan semangat kepada para pemain Persebaya, “Maen sing ngeyel, sing ngosek”. Namun terkadang juga ada yang sedikit berlebihan, sehingga itu semua jadi tekanan untuk para pemain Persebaya Suarabaya sendiri. Seperti pernyataan dari legenda Persebaya, Rudy Keltjes. Saat diwawancarai TribunJateng.com. “Sebetulnya Persebaya tim ideal, tapi menurut saya, terlalu banyak tekanan dari luar. Tekanan dari Bonek itu selalu menang-menang, sehingga anak-anak main tidak lepas.”.

Persebaya Surabaya sendiri mengawali putaran pertama Liga 1 ini dengan hasil kekalahan saat away ke Bali United. Tiga laga selanjutnya mendapatkan hasil imbang di kendang sendiri Gelora Bung Tomo (GBT). Dengan hasil negative di empat laga awal musim membuat Bonek dan Bonita mulai bereaksi. Mereka tidak mau Bajol Ijo terus tertidur. Berbagai cara mereka lakukan. Mulai dari paido (kritik) langsung ke para pemain, menuliskan unek-unek mereka lewat koreo saat di stadion, bahkan membanjiri kolom komentar akun social media dari Official Persebaya Surabaya.

Kursi panas Abah Djanur (sapaan Djajang Nurjaman), mulai goyah. Penyerang jangkung Amido Balde pun ikut kena sasaran paido para Bonek dan Bonita. Ketajamannya saat di turnamen pramusim, tidak bisa ditunjukkan saat bermain di Liga. Si penyihir Damian Lizio dan Manu Jalilov juga dipertanyakan konsistensi performanya yang di pertangahan Liga mulai menurun. Persebaya lebih sering mendapatkan hasil imbang di putaran pertama Liga 1.

Setelah Abah Djanur resmi didepak dari kursi pelatih kepala dan Amido Balde resmi pindah ke PSM Makasar , Bonek Bonita berharap managemen bisa mendatangkan pelatih yang lebih bagus dan penyerang kebanggaan dulur-dulur Bonek Bonita yaitu David Da Silva.

Nampaknya Bonek Bonita bisa tersenyum bahagia sebelum putaran pertama Liga berakhir. Karena managemen resmi mengumumkan David Da Silva, Alfred Riedl dan Wolfgang Pikal sebagai bagian dari Persebaya Suarabaya. Kedatangan mereka pasti sangat diharapkan bisa menaikkan performa dan prestasi Persebaya Surabaya.

Ketulusan Bonek Bonita dalam mendukung Persebaya Surabaya sudah tidak diragukan lagi loyalitas dan fanatismenya. Tidak bisa dipungkiri pendapatan club dari penjualan tiket sangat banyak, belum juga dari penjualan merchandise. Namun, kenapa tuntutan Bonek Bonita supaya Persebaya mendatangkan pemain yang diingikan tidak dituruti?. Mungkin hanya jajaran managemen yang tahu jawabannya.

Putaran pertama Liga 1 lebih berputar-putar kearah yang kurang bagus. Tujuh hasil imbang, empat hasil kekalahan dan hanya mendapat enam kemenangan. Paido managemen. Permasalahan recruitment pemain. Beberapa oknum supporter yang belum dewasa. Denda dari federasi yang sangat banyak, sehingga menempatkan Persebaya sebagai “Pemuncak Daftar Klasemen” penerima denda terbanyak putaran pertama Liga 1.

Kita adalah satu kesatuan bagian dari club kebanggaan. Salah satu ada yang salah arah, maka yang satu harus mengingatkan. Tidak ada yang lebih Persebaya dari Persebaya itu sendiri.

Saatnya kita tatap putaran kedua. Evaluasi dari setiap unsur Persebaya. Jajaran managemen, jajaran pelatih, para pemain dan juga Bonek Bonita. Semua kemesraan ini adalah bukti rasa cinta kami Bonek Bonita untuk Persebaya Surabaya. Luaskanlah ladang bisnismu, tapi jangan lupa juga raih prestasimu. Karena ini kompetisi sepak bola, bukan bazar tempat berjualan.

Suporter Berkreasi, Pemain Berprestasi, Managemen Berdedikasi.

Salam Satu Nyali, WANI.

error: Content is protected !!