KETIKA KERETA MENGABAIKAN HAK PENUMPANGNYA

Persebaya, Buatlah Kami Bangga !
December 28, 2018
Bonek Beri Saran Untuk Perbaikan Fasilitas GBT
January 5, 2019
TKS – Di Era Sepak bola modern, manajemen dengan kelola profesional adalah tuntutan sebuah tim agar bisa bersaing di pasar sepak bola industri saat ini. Mulai dari hal terkecil sampai melibatkan banyak pihak semua harus detail mengolah dan memberikan porsinya dari pembinaan usia dini, penjualan merchandise, sponsor sampai manajemen konflik pun harus dipikirkan secara terinci.
   Sebagai contohnya di klub Eropa kita sebut saja Barcelona dan Arsenal adalah salah satu contoh klub yang sukses melahirkan segudang pemain berbakat bahkan sekelas bintang dunia karena pembinaan usia dini klubnya memang sangat bagus dengan didukung oleh suporter fanatiknya yang ada diseluruh penjuru dunia.
    Hal ini lah yang juga menjadi contoh atau acuan para pecinta sepakbola di indonesia khususnya kota Surabaya. Surabaya mempunyai aset besar dengan klub penuh sejarah yaitu Persebaya Surabaya. Didukung ribuan bahkan jutaan pendukung fanatiknya diseluruh dunia yakni Bonek, Persebaya menjelma menjadi klub besar yang tak bisa diremehkan, tim yang juga salah satu pendiri PSSI ini juga bertransformasi menjadi klub modern .Manajemen dengan tata kelola yang transparan itulah yang dituntut oleh banyak sejumlah suporter.
   Manajemen Persebaya bahkan menganggap pendukung atau suporter fanatiknya sebagai customer,bagaimana tidak? manajemen Persebaya hanya memberikan kebijakan sesuai untung dan ruginya, banyak kebijakan yang tak memihak apa kebutuhan customer layaknya kereta yang akan terus berjalan tanpa menghiraukan hak penumpangnya (customer).
    Jika kereta itu berjalan sesuai porosnya maka customer disini berhak mengetahui segala informasi yang bertujuan memberi kenyamanan untuk customer seperti jadwal keberangkatan, distasiun mana saja kereta itu akan singgah hingga memastikan jadwal kedatangan sesuai keinginan dan tujuan customer walaupun pihak kereta memberi rules yang wajib dilakukan oleh customer seperti halnya pendistribusian dan pembelian tiket melalui online untuk mempermudah dan memberikan kesan nyaman yang disebut E-tiketing yang disediakan oleh official pemberi jasa transportasi kereta ataupun di agen-agen tiket dan situs penyedia tiket online swasta.
     Pada intinya Customer juga berhak mengetahui segala informasi tentang kereta yang akan ditumpanginya walau nantinya harus menjalankan kewajiban dari pihak kereta, tidak seolah olah mengabaikan, menghiraukan, acuh, cuek atau apalah itu bahasanya. Jika saya meminjam bahasa suroboyoan “sak karepmu,gelem yo ayok melok,gak gellem yo tak tinggal”. Akan tetapi semua ini bukan bicara antara mau atau tak mau, customer ( bonek ) akan selalu mengikuti kemanapun kereta itu pergi karena kecintaanya melebihi apapun.
    Jika kereta (manajemen Persebaya ) berani terbuka dan blak blak an atas semua informasi yang ada di dalamnya maka rasa saling membutuhkan akan bersinergi ,lalu sampai kapan kereta itu akan selalu mulai berjalan beriringan dan memberi kepuasan untuk customer agar terjadi sinergi.
    Industri sepak bola indonesia sekarang berbeda jauh dibandingkan dengan industri sepakbola indonesia dahulu. Sekarang yang bertarung era-nya antar pengusaha bukan seperti 10 – 15 tahun silam yang dimana persaingannya antara ketua umum atau bahkan kepala daerah tertentu dengan aset anggaran APBD. Siapa yang berani jor-joran mengeluarkan dana APBD maka bisa dikatakan dia yang akan juara namun sekarang APBD telah di stop dan semua klub diharuskan mandiri mencari biaya sendiri. Maka dari itu untuk sebuah pembelajaran bahwa kita memerlukan sinergi dengan apa yang dibutuhkan customer dan dengan apa kebijakan yang dikeluarkan oleh manajemen sudah waktunya kita mendorong kebijakan dengan kesepakatan yang customer inginkan.(cs*)
error: Content is protected !!