Jangan Terlalu Over Confidence, Persebaya !

Karnaval Juang
August 27, 2018
Surabaya Nomor Satu, Malang Yang Kedua
October 5, 2018

TKS – Selasa (11/9) menjadi malam kelabu bagi masyarakat sepakbola Surabaya, bagaimana tidak tim kebanggaan publik Surabaya harus tumbang oleh tamunya PS Tira dengan skor 0-2. Kekalahan yang tidak terduga sebelumnya karena pada putaran pertama lalu punggawa bajol ijo berhasil menumbangkan anak asuh Nil Maizar tersebut di kandang sendiri dengan skor yang cukup telak 1-4 melalui hat-trick David Da Silva serta sebiji gol Osvaldo Haay.

Mimpi buruk tersebut terjadi pada menit ke 48 setelah tendangan melengkung Aleksandar Rakic dari luar kotak penalty berhasil menjebol gawang Miswar Saputra. Derita Persebaya semakin lengkap ketika gawang Miswar dijebol kedua kalinya oleh Dzimitry Rekish di menit ke 83. Atas hasil tersebut Persebaya telah menelan kekalahan sebanyak 3 kali di kandang ketika sebelumnya ditumbangkan oleh Barito Putera dan Persib Bandung. Hal tersebut tidak mencerminkan sebagai tim besar yang memiliki target finish di papan atas pada kompetisi Go-jek Liga 1 2018.

Pada laga tersebut sangatlah terlihat sebuah ekspektasi dan optimisme tinggi dari skuad Green Force. Persebaya memiliki konfidensi tinggi setelah memiliki nahkoda baru dan beberapa pemain yang mulai pulih dari cedera. Djajang Nurjaman sebagai arsitek anyar bajul ijo dibebani target untuk membawa Persebaya bercokol di papan atas pada akhir kompetisi. Hal tersebut diimbangi dengan kepercayaan diri yang tinggi oleh skuad bajol ijo. Sah-sah saja jika memiliki ekspektasi dan konfidensi yang tinggi dalam suatu tim. Namun jangan dilupakan, seringkali kepercayaan diri yang tinggi bisa membahayakan dan membawa blunder terhadap tim. Menganggap dirinya superior dan meremehkan lawan bukanlah hal yang bagus untuk kelangsungan tim. Hal tersebut menjadi PR bagi beberapa ofisial untuk meredam ego serta konfidensi yang tinggi pada pemain. Di laga selanjutnya melawan Sriwijaya FC berharap tak ada lagi hal seperti itu walaupun Laskar Wong Kito sedang dilanda krisis finansial.

error: Content is protected !!