Jangan Mengulangi Kesalahan Yang Sama Terus Menerus

Persebaya = Bisnis Ngoyo, Prestasi Loyo
October 3, 2019
Saling bersinergi dalam satu wadah, Tribun Kidul
October 5, 2019

TKS – PSSI merupakan induk sepak bola di Indonesia. Mereka lah yang mengatur seluruh kegiatan sepakbola di indonesia, mulai dari kompetisi teratas liga 1, liga 2, liga 3 hingga liga pro elite academy dan tidak lupa juga timnas indonesia. Berbicara pssi, kita semua sebagai pecinta sepakbola indonesia pasti memahami (?). Mulai dari kinerja pssi seperti apa, fungsi pssi apa hingga prestasi yang diraih apa saja. Jika kita flashback ke belakang, mungkin 10 tahun terakhir, PSSI sebagai otoritas tertinggi di sepakbola indonesia sudah sangat sering mendapatkan tekanan, cacian atau bahkan nyaris kehilangan kepercayaan dari para supporter sepakbola di indonesia. Banyaknya masalah dan kejanggalan yang terjadi di tubuh PSSI sendiri lah yang membuat sepakbola indonesia ini terkesan berjalan di tempat. Mulai dari kekerasan dalam sebuah pertandingan, penyusunan jadwal pertandingan liga yang rancu, akuisisi atau jual beli legalitas klub yang sangat mudah hingga kasus pengaturan skor di sepakbola indonesia yang dilakukan oleh para petinggi PSSI sendiri. Sungguh sangat ironis, sepakbola yang seharusnya menjadi sebuah hiburan yg menyenangkan terkadang menjadi sebuah harapan dan tangisan kesedihan.

Dalam waktu dekat ini, diawal bulan november, PSSI mempunyai agenda Kongres, yang dimana didalam agenda tersebut adalah pemilihan ketua umum dan wakil ketum umum PSSI, hingga pemilihan anggota exco PSSI. Di kongres ini, kita sebagai pecinta sepakbola indonesia selalu menaruh harapan yang sangat tinggi kepada pssi, karena kita ingin kongres PSSI ini menghasilkan sebuah pemimpin yang tegas, memajukan sepakbola indonesia dengan nyata dan terutama tidak menjadikan sepakbola sebagai kendaraan politik, karena di Indonesia untuk urusan sepakbola seringkali berjalan berdampingan dengan urusan politik dan itu akan selalu menjadi boomerang bagi sepakbola indonesia.

Kongres PSSI 2019 ini banyak wajah baru yang mencalonkan diri sebagai ketum dan waketum pssi, akan tetapi banyak juga wajah lama yang masih eksis dalam mencalonkan diri. Sebut saja nama La Nyalla Mattaliti dan Iwan Budianto yang hadir kembali dalam pemilihan ketum dan waketum pssi tahun ini. Kita pasti masih ingat, jika La Nyalla pernah menjadi Ketum PSSI diperiode sebelumnya. Di masa beliau menjabat, sepakbola indonesia sempat dilanda dualisme liga yaitu ISL dan IPL. Disinilah terjadi banyak kejanggalan atau ketidak tegasan dari PSSI dalam memutuskan suatu hal. Dengan munculnya dualisme liga antara ISL dan IPL, PSSI sudah memutuskan jika liga yang legal dan resmi untuk berkompetisi disepakbola indonesia adalah IPL, dan secara tidak langsung ISL adalah kompetisi ilegal. Dengan berjalanan waktu, tidak lama kemudian PSSI membuat keputusan yang nyaris tidak masuk akal, mereka memutuskan jika kompetisi resmi adalah ISL, bukan IPL. Keputusan ini sangat tidak relevan dan terkesan ada kepentingan. Boleh dibilang, di kompetisi ISL saat itu banyak bercokol klub-klub dengan nama besar, mempunyai sejarah panjang dan prestasi dalam sepakbola indonesia. Jika dibandingkan dengan IPL, klub-klub yang ada berkompetisi disana banyak tim baru, walaupun banyak juga pemain nasional yg memperkuat di salah satu tim. Puncak dari kasus dualisme liga ini adalah dibekukannya PSSI oleh Menpora.

Perlu kita ingat, pemilihan ketum-waketum pssi hingga para anggota exco pssi ini dipilih oleh voters, bukan dipilih seluruh rakyat indonesia. Disini yang dimaksud voters adalah Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, klub peserta Liga 1, klub Liga 2, klub Liga 3, Asosiasi Futsal, dan Asosiasi Sepakbola Wanita.

Sebagai pecinta sepakbola indonesia, kita tidak bisa menolak keberadaan para muka-muka lama hadir lagi dalam agenda Kongres PSSI tahun ini. Kita tidak mempunya wewenang sama sekali akan hal tersebut. Kita hanya bisa berharap kepada voters agar mereka bisa memilih calon yang benar-benar paling layak, dan mempunyai rasa malu untuk mengulangi kesalahan yang sama.

Segera Bangkit Sepak Bola Indonesia. Tidak Ada Kata Melangkah Untuk Maju, Kini Saatnya Berlari Untuk Maju. (rws)

error: Content is protected !!