Hatur Nuhun Bandung !

Tradisi Kita Tret Tet Tet Bukan Estafet Yang Meregang Nyawa
March 12, 2019
PERSEBAYA TAK BOLEH JUMAWA
April 4, 2019

TKS – Usai sudah hiruk pikuk sepakbola di kota Bandung menyambut gelaran turnamen Pra Musim Piala Presiden edisi ke 4. Tak terasa 2 minggu menjadi sorotan publik sepakbola nasional dikarenakan mobilisasi serta penumpukan massa yang sangat besar di Ibukota Jawa Barat tersebut. Seperti diketahui tuan rumah Persib Bandung berada satu grup dengan saudara tuanya Persebaya Surabaya beserta PS Tira-Persikabo dan Perseru Serui. Hubungan antara kedua suporter berbasis massa besar tersebut dikenal cukup harmonis dan terjalin baik.

Babak Penyisihan Grup : Persebaya Perkasa, Maung Bandung Terkapar

Tuan rumah melewati laga pertamanya di depan bobotoh dengan kekalahan tipis 1-2 oleh tim hasil merger PS Tira-Persikabo. Persib dipermalukan oleh brace Osas Saha yang berhasil menjebol gawang Deden Nathsir yang kala itu dipercaya oleh Miljan Radovic untuk turun sebagai benteng terakhir.  Dilaga kedua tak kalah serunya Persebaya secara dramatis menaklukan Perseru dengan skor akhir 2-3 dengan gol penentu Dzalilov di penghujung laga. Setelah melewati pertandingan pertama dengan hasil yang berbeda, kedua tim melakoni laga selanjutnya dengan hasil bertolak belakang. Maung Bandung mengalami kekalahan keduanya ketika melawan Persebaya dan skuad asuhan Djanur tersebut berhasil finish di puncak klasemen dengan 7 poin diatas PS Tira-Persikabo. Sampai tulisan ini diterbitkan (14/3) ada 4 tim yang sudah dipastikan masuk babak selanjutnya. 4 tim lainnya masih akan bertanding besok dan lusa untuk merebutkan slot sisa untuk melaju ke babak berikutnya. Persebaya sendiri menjadi salah satu kandidat tuan rumah babak 8 besar .

Bonek ” Tret-tet-tet ” Bandung

Bandung memiliki sisi romantisme tersendiri bagi Bonek sebutan suporter Persebaya, dimana kota ini menjadi saksi dipulihkannya hak Persebaya sebagai anggota federasi dan setahun setelahnya menjadi saksi bisu kembalinya Green Force ke kasta tertinggi Liga 1 sekaligus menyabet juara Liga 2 dan berhak atas jatah promosi. Semenjak ditunjuk oleh operator Piala Presiden bahwa bajol ijo bermain di kota Bandung, tak perlu berpikir lama Bonek dengan sendiri meng ” invasi ” Kota Kembang tersebut baik secara terorganisir maupun tidak. Pada laga pertama melawan Perseru tampak tidak cukup banyak Bonek membanjiri Si Jalak Harupat namun puncaknya terjadi pada laga kedua dimana Persebaya bertemu Persib Bandung. Tiket pertandingan sold out hanya beberapa jam setelah dibuka bahkan masih banyak puluhan ribu pendukung kedua kesebelasan berada diluar stadion tidak bisa masuk dikarenakan kapasitas stadion yang sudah overload. Untung saja tidak ada friksi diluar stadion yang bisa merenggangkan tali persaudaraan kedua suporter tersebut. Pada saat itu mengingatkan kembali memori indah ” tret tet tet “ Senayan dimana puluhan  bis dan rombongan mobil pribadi berbondong-bondong menghijaukan Bandung.

ESTAFET Menjadi Setitik Noda Hitam Diatas Suksesnya Tret-Tet-Tet

Tidak ada gading yang tak retak, Tidak ada sesuatu yang sempurna. Begitulah kira-kira yang menggambarkan perjalanan Bonek menuju Bandung. Di sisi lain banyak sekali Bonek yang tertib dan mematuhi aturan-aturan untuk awaydays ke kandang lawan namun disisi lain tak sedikit pula Bonek yang nekat menyerbu ke Bandung dengan modal yang minim sekali. Bukannya tidak memperbolehkan tetapi hal tersebut akan memicu efek kriminal karena tidak memiliki persediaan yang cukup dan hanya bermodal nekat saja. Bonek sekarang telah berusaha merubah stigma negatif yang terlanjur melekat di mereka. Dimulai dengan membeli tiket pertandingan, awaydays yang terorganisir hingga melakukan gerakan-gerakan sosial di masyarakat. Hal tersebut masih contoh kecil dari perbuatan mereka yang jarang sekali di ekspose oleh media. Tercatat 4 korban jiwa yang meninggal akibat Estafet selama Piala Presiden di Bandung lalu. Ini bukan tentang siapa yang terlihat lebih heroik maupun tidak tetapi ini sudah berbicara tentang nyawa. Tidak ada satu hal pun yang sebanding dengan nyawa termasuk pertandingan sepakbola.

 

Bandung selalu melahirkan cerita bagi bonek. Ada suka, ada duka. Memang Benar Adanya Bahwa  Bumi Pasundan Lahir Ketika Tuhan Sedang Tersenyum, Kota Yang Memiliki Sejuta Makna Bagi Kami… Hatur Nuhun Bandung ! (*)

error: Content is protected !!