EVALUASI DEMI PRESTASI DAN HARGA DIRI

GOL RISHADI FAUZI ANTAR PERSEBAYA TAHAN IMBANG PERSIJA
June 27, 2018
SOMASI UNTUK MENUNTUT PRESTASI ” WIN OR OUT ?? “
July 31, 2018

PERSEBAYA IS BACK !!!. Mungkin kalimat tersebut terkesan biasa namun dimata BONEK kalimat tersebut sangatlah istimewa, menggambarkan betapa rindu dan bahagianya nya mereka terhadap suatu kebangaan salah satu tim sepakbola terbesar di Indonesia yaitu PERSEBAYA SURABAYA. Setelah sempat vakum karena tidak diakui dan tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi resmi Liga Indonesia, Persebaya Surabaya akhirnya kembali diakui dan diperbolehkan kembali mengikuti Liga Indonesia. Butuh waktu yang cukup lama untuk menanti hal tersebut tapi lewat perjuangan yang tak kenal lelah dan keyakinan yang cukup besar akhirnya BONEK bisa kembali menyaksikan tim kebangaannya berlaga.

Di tahun 2017 secara resmi Persebaya kembali berlaga tepatnya di Liga 2. Dengan mengusung nama besar, tradisi juara dan basis suporter yang sangat besar, Persebaya masih mendapat respect dari tim tim lain kalau Persebaya tidak boleh dipandang sebelah mata dalam kompetisi. Beberapa pertandingan sudah dijalani, kalah menang pun sudah Persebaya rasakan selama berkompetisi. Mulai penyisihan grup, 8 Besar, Semifinal hingga pertandingan final dan Persebaya dinobatkan sebagai Juara Liga 2 yang saat itu berhasil mengalahkan PSMS Medan di Partai Final yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Prestasi tersebut membuat Bonek merasakan bangga atas rasa rindu mereka terhadap tim kebanggaan yang telah lama mereka rindukan terbayar lunas. Sedih, bahagia, dan semua perasaan mencampur jadi satu, itu semua karena Persebaya. Tak lupa, kita juga turut mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga bandung, pihak kepolisian dan panpel pertandingan yang sudah berusaha dan bekerja semaksimal mungkin untuk menyambut kedatangan Bonek yang datang terus menerus dan memadati Kota Bandung selain itu Kota Bandung juga menjadi tempat perayaan pesta juara para Bonek dan menjadi saksi mulai saat itu juga Persebaya kembali berlaga dikasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Setelah merayakan euforia juara mulai dari Bandung hingga kembali ke Kota Surabaya, tugas berat sudah ada didepan mata. Sebagai tim promosi, Persebaya sangat butuh perombakan tim yang cukup besar karena untuk mengarungi Liga 1 di musim depan tidak cukup dengan hanya mempertahankan pemain yang sudah ada. Perlu tambahan pemain berkualitas mulai dari pemain nasional hingga pemain asing. Pergerakan perburuan pemain Persebaya bisa dibilang lambat dari tim lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, satu per satu permain dapat di datangkan untuk memperkuat Persebaya. Dengan kedalaman skuad yang bisa dibilang cukup baik, Manajemen dan Bonek yakin Persebaya bisa berbicara dan berbuat banyak di kompetisi Liga 1 yang akan datang.

Liga 1 resmi bergulir, sesuai jadwal yang dirilis PT. LIB, Persebaya mendapatkan pertandingan pertama yaitu menjamu Perseru Serui di Surabaya. Kesempatan tersebut tidak di sia-siakan Bonek untuk datang dan mendukung Persebaya melakoni pertandingan perdana di kasta tertinggi Sepakbola Indonesia. Kepercayaan tersebut lagi lagi terbayarkan dengan kemenangan,saat itu Green Force berhasil mengalahkan Perseru dengan skor tipis 1-0. Perjalanan masih panjang, Persebaya dilarang jumawa dengan hasil dilaga perdana. Bermodal kemenangan dilaga pertama, permainan Persebaya bisa dibilang kurang konsisten. Sempat merasakan siklus menang – draw – kalah, perekrutan pemain baru ditengah kompetisi, permainan Persebaya masih sama, sangat monoton. Setiap kali berlaga entah melakoni pertandingan home atau away, inkonsistensi menjadi permasalahan permainan Persebaya.

Dengan penampilan yang tak kunjung membaik dan sering kehilangan poin terutama di laga home, perlahan Bonek mulai kehabisan kesabaran dan kecewa dengan permainan tim kebanggaannya. Kursi pelatih Alfredo Vera pun jadi sasaran kekecewaan Bonek. Bonek dengan gencar menyuarakan pelatih asal Argentina tersebut untuk mundur dan menanggalkan jabatannya. Tuntutan Bonek bukan tanpa alasan, mereka menganggap Vera terlalu lama membangkitkan tim mereka dari keterpurukan karena total 17 pertandingan yang sudah dilakoni di putaran pertama, Persebaya hanya meraup poin 22 dengan 5x Menang, 7x Imbang dan 5x Kalah. Jika dirata rata, tingkat kemenangan Persebaya sangat rendah. Selain peningkatan performa tim yang cukup lambat, cara Vera melatih juga sering menjadi pertanyaan atau pembicaraan. Seperti perekrutan pemain yang terkesan panik (tidak sesuai kebutuhan), latihan tertutup (bonek diperbolehkan melihat tim kebanggaannya latihan 5-10 menit terakhir) dan yang paling menjadi sorotan adalah terlalu sering melakukan rotasi pemain yang tidak mendasar yang berakibat sampai saat ini Persebaya belum mempunyai formasi pakem atau yang sering di sebut The Winning Team. Dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, komposisi pemain pasti ada yang berubah. Itu juga bisa membuat kesolidan tim kurang terjaga.

Tidak hanya Alfredo Vera saja yang merasakan desakan kekecewaan Bonek, Manajer Tim Chairul Basalamah yang lebih akrab disapa Abud pun jadi sasaran. Puncak kekecewaan Bonek mungkin sudah muncul saat Persebaya bermain buruk saat melawat ke Magelang melawan PSIS. Jarak tribun dengan bench yang lumayan dekat membuat Bonek yang awalnya bersemangat untuk mendukung berubah menjadi menghujat. Namun puncak kekecewaan sebenarnya terjadi saat Persebaya menjamu Persib di Gelora Bung Tomo, saat itu Persebaya menyerah dengan skor 3-4 dan itu merupakan kekalahan kedua Persebaya dikandang setelah sebelumnya dikalahkan Barito Putera dengan skor 1-2. Saat itu Bonek yang berada di Tribun VIP dengan leluasa melempari bench pemain Persebaya dan tak terkecuali sasaran amuk mereka yaitu Alfredo Vera dan Abud. Pada saat itu, Abud mendapatkan lemparan yang tepat mengenai bahu kanannya. Disini Bonek benar benar menuntut seluruh Staff kepelatihan (Pelatih, Asisten Pelatih dan Manajer ) untuk mundur karena ditangan mereka prestasi tim kebanggan arek arek Suroboyo tidak ada peningkatan yang signifikan, dan masih berkutat di papan bawah, dua strip diatas batas Zona Degradasi. Di akhir putaran pertama, Persebaya berada di posisi 14 dengan poin 22.

Hari ini, tanggal 31 Juli 2018 adalah pertandingan pertama Persebaya diputaran kedua yang mewajibkan Green Force melawan tuan rumah Perserui Serui. Jarak tempuh yang cukup jauh bisa menjadi kendala terhadap kebugaran pemain. Akan tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak bermain apik dan gagal mendapatkan poin. Perjalanan yang cukup lama, cukup menyita waktu dan tenaga pun harus diterima para pemain karena untuk tiba di Serui yang berada di Kepulauan Yapen anak anak asuhan Alfredo Vera membutuhkan beberapa kali transit, seperti transit ke Makassar dan Biak karena tidak ada penerbangan dari Surabaya yang Langsung ke Serui. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Marora itu pun berkesudahan skor 3-1 untuk kemenangan Perserui, lagi lagi Persebaya mengalami kekalahan. Perlu dicatat, ini merupakan kekalahan ketiga beruntun atau Hattrick kekalahan yang diterima Persebaya setelah sebelumnya kalah melawan PSIS dan Persib. Kalau sudah begini, apa Bonek masih perlu untuk menyuarakan lebih lantang kalimat bernada Alfredo Vera Out ? Chairul Basalamah Out ? Karena mereka berdua yang menjadi target kekecewaan Bonek. Tidak banyak pilihan buat mereka berdua saat ini, yang ada hanya MENGUNDURKAN DIRI !!!

Semoga segera dilakukan evaluasi, semoga dengan adanya evaluasi Persebaya masih berada dikasta tertinggi tidak hanya numpang promosi yang berujung degradasi karena ini semua demi kebaikan kebanggaan kita, kebaikan kebanggaan kita semua yaitu PERSEBAYA SURABAYA

Salam Satu Nyali ! Wani !

error: Content is protected !!