Arogansi Aparat Yang Brutal Jangan Terulang Lagi

Persebaya vs Persinga : Laga Yang Dipaksakan, Laga Yang Dirindukan
February 15, 2019
YAKIN AMBISI MELENGGANG MULUS KE 8 BESAR PIALA INDONESIA
February 19, 2019

TKS – Usai laga Persebaya vs Persinga Ngawi terjadi sedikit selisih paham antara aparat dan bonek. Konflik tersebut terjadi ketika arah keluar menuju GBT dan puncaknya disekitaran daerah Tol Romokalisari yang disebabkan penuhnya kondisi di jalanan hingga menimbulkan kemacetan yang hampir tidak bisa terurai. Kejadian tersebut sebenarnya  sudah seringkali dialami oleh rekan-rekan bonek dan tidak sampai menimbulkan chaos. Akibatnya menimbulkan korban luka-luka dari pihak aparat dan juga Bonek yang berjumlah belasan orang. Entah kenapa tidak seperti biasanya aparat pada saat itu membabi-buta melakukan tindakan represif terhadap bonek hingga mengeluarkan tembakan gas air mata yang tidak bisa sembarangan dilakukan karena ada SOP pelaksanaannya.

Setelah kejadian tersebut, kawan-kawan dari koordinator tiap Tribun segera bertindak cepat. Senin (18/2) Siang tadi mereka bersilaturahmi ke kantor Polrestabes Surabaya untuk menyampaikan keluhan tentang apa yang terjadi waktu itu. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan. Dalam pertemuan tersebut kawan-kawan bonek menyampaikan adanya tindakan penembakan gas air mata dan pemukulan kepada pengendara (Bonek) dalam mengurai kemacetan merupakan tindakan yang disesalkan. Berharap pula agar kejadian tersebut tak terulang di kemudian hari.

Kapolrestabes menerima keluhan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas apa yang sudah terjadi. Beliau juga berjanji akan membantu pengobatan bagi korban dari peristiwa kemarin. Beliau juga menghimbau kepada seluruh Bonek agar tetap mempertahankan hal-hal positif yang selama ini sudah dijalankan serta instropeksi dan menahan diri dalam perjalanan mendukung Persebaya agar tidak merugikan pengendara lain di jalan. Pak Rudi juga menjelaskan bahwa ada mekanisme tersendiri dalam penggunaan jalan tol sebagai alternatif memperlancar perjalanan pulang dari stadion. Beliau juga akan selalu melakukan evaluasi hal-hal yang berhubungan dengan kelancaran setelah pertandingan agar tercipta kondisi yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Harapan kedepan dari kami juga berharap agar pihak aparat lebih mengedepankan tindakan yang prefentif dan humanis dalam menghadapi situasi seperti ini dan memegang teguh prinsip “Pengayom dan Pelindung Masyarakat” dalam menjalankan tugas.

Semoga dari kejadian ini kedua pihak baik dari kawan Bonek dan pihak keamanan dapat mengambil hikmah dan pelajaran agar peristiwa seperti ini tak terulang lagi. (AM/BT)

 

error: Content is protected !!