Arema FC vs Persebaya : Hanya Laga Biasa !

RIVALITAS, PERSAUDARAAN HINGGA UJIAN PROFESIONALISME DJANUR
July 4, 2019
RIVALITAS YANG SESUNGGUHNYA
August 23, 2019

TKS – Seperti pertandingan lain pada umumnya, Arema FC vs Persebaya merupakan laga sepak bola yang dimainkan oleh 11 orang lawan 11 orang, mendapatkan nilai 3 jika mampu meraih kemenangan dan memperoleh 1 poin ketika bermain imbang. Tak ada yang istimewa dalam laga esok sore selain balutan ego antar daerah nomor 1 dan nomor 2 di Jawa Timur. Ini adalah pertemuan ke-6 sepanjang sejarah kedua tim ( sengaja tidak menghitung pertemuan sebelum Piala Gubernur Kaltim karena Persebaya baru bangkit dan Arema Indonesia masih berjuang di Liga 3 ).

Pada kompetisi musim ini, Green Force diharuskan bertandang dulu ke Kanjuruhan kandang Arema FC berbeda dengan musim lalu Bajol Ijo bertindak sebagai tuan rumah dahulu. Kali ini skuad Persebaya tidak bisa menurunkan bek andalan Hansamu Yama Pranata dikarenakan akumulasi kartu. Tanpa mengesampingkan peran pemain belakang lainnya, absennya Hansamu sedikit mereduksi kekuatan di lini belakang Green Force. Dipecatnya Djanur sebelum laga melawan Arema FC pun secara tidak langsung mempengaruhi sisi psikologis tim keseluruhan.

Di musim lalu ketika Persebaya menjamu Arema FC di GBT mampu menjungkalkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 lewat sontekan manis Misbakus solikin. Kemenangan itu terasa sempurna karena Bonek menyuguhkan Kreativitas yang luar biasa dengan berbagai macam koreo antar tribun. Berharap kreativitas itu dibalas dengan elegan oleh suporter malang namun sayangnya balasan kreativitas itu berupa intimidasi verbal ke pemain, koreo pornografi, nyanyian rasis sepanjang laga dan lemparan benda-benda ke arah pemain.

Terserah apapun label yang mereka berikan pada pertandingan esok hari. Ada yang menyebut Super Big Match, Super Derby Jatim, Laga Klasik dan sebagainya kamipun tak peduli. Kami menganggap The Real Derby Jatim adalah melawan Persema Malang dan Arema Indonesia.

error: Content is protected !!