Angkat Piala Di Kanjuruhan, Kenapa Tidak ?

Ini Kota Pejuang Bukan Kota Pecundang…Ini Surabaya Bung !
April 9, 2019
BUKTIKAN BAHWA ASA ITU MASIH ADA
April 11, 2019

TKS – Derby Jawa Timur yang mempertemukan Persebaya Surabaya vs Arema FC di leg pertama final piala presiden 2019 telah usai. Pertandingan yang di gelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya itu berakhir dengan skor 2-2. Bertanding dihadapan 50 ribu lebih bonek yang memenuhi Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force gagal mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Dipertandingan ini, Persebaya sempat unggul dua kali atas tim tamu. Gol pembuka keunggulan Bajol Ijo dicetak oleh Irfan Jaya dengan tendangan melengkung yang gagal dihalau kiper lawan, namun tim tamu dapat membalas gol yang menjadikan skor imbang di paruh babak pertama. Dukungan yang cukup meriah dan tiada henti dari Bonek membuat punggawa persebaya terlecut untuk memberikan kemenangan. Damian Lizio sempat membuka asa tersebut berkat gol dari titik putih. Namun, lagi – lagi para pemain bajol ijo melakukan kesalahan yang mengakibatkan tim tamu menyakaman skor untuk kedua kalinya. Hingga wasit meniup peluit panjang berakhirnya pertandingan, green force gagal menambah gol dan gagal memberikan kemenangan kepada bonek.

Bisa dipastikan, betapa kecewanya para bonek atas kegagalan persebaya mengalahkan tim rival di kandang sendiri. Selain kecewa atas hasil pertandingan, bonek juga cukup menyayangkan dengan penampilan para pemain persebaya yang kurang optimal. Dua gol yang dihasilkan tim tamu berasal dari kurang siapnya pemain persebaya dalam mengamankan bola atau memenangkan perebutan bola. Contoh gol pertama, bola yang sudah berada di kaki Fandi Eko dapat direbut oleh pemain lawan. Lewat kecepatan lari dan body ball yang dimiliki pemain lawan, Fandi Eko gagal merebut bola kembali dan Gol. Tidak berhenti disitu, Gol kedua tim tamu juga mutlak kesalahan penjaga gawang persebaya, Miswar Saputra. Menghadapi set piece yang lumayan jauh dari gawang, Miswar terlihat sangat ragu – ragu dalam memutuskan maju atau tetap diposisi untuk menangkap bola. Sempat memilih maju untuk menghalau bola, namun secara tiba – tiba melakukan gerakan mundur ke belakang dan gol buat tim tamu. Kesalahan – kesalahan kecil seperti ini wajib tidak terulang kembali saat persebaya melakoni leg kedua di Stadion Kajuruhan.

Pertandingan Persebaya vs Arema memang selalu menyajikan permainan yang cukup keras. Benturan dan Perseteruan antar pemain kerap sekalian tersaji di atas lapangan. Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan, dan kesalahan tersebut bisa dimanfaatkan oleh tim lawan tentunya akan sangat berakibat fatal.

Dengan bermodal hasil imbang di leg pertama dan tim tamu berhasil mendapatkan surplus gol tandang, praktis tidak ada pilihan lain selain memenangkan pertandingan di leg kedua nanti. Cukup berat memang tugas Persebaya memenangkan pertandingan leg kedua yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang. Tuntutan menang untuk menjadi juara seolah – olah menjadi harga mati dan tidak dapat ditoleransi. Kita semua boleh optimis, yakin jika asa untuk menjadi Juara Piala Presiden 2019 masih ada, dan akan menjadi milik Persebaya Surabaya.

Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola. Drama-drama seperti inilah yang patut kita saksikan dan kita tunggu. Para pemain saat ini mungkin cukup terpukul dan kecewa setelah gagal memenangkan pertandingan. Disituasi seperti inilah saatnya kita support, kita beri dorongan moril untuk punggawa Green Force sebelum bertarung habis – habisan di leg kedua nanti.

Tetap berjuang demi lambang Persebaya Surabaya didada. Apapun hasilnya kami siap menyambut kedatangan kalian sebagai sang juara, sang juara yang akan selalu abadi dan tidak akan pernah mati.

SALAM SATU NYALI, WANI !! (rw)

error: Content is protected !!